![]() | |
| ilustrasi oleh Harian Waspada |
SEBUAH
KEYAKINAN
Oleh
Dian Nangin
Tak
ada apapun yang dijanjikan Adam ketika ia meminta hatiku dan mengikatnya dengan
janji sehidup semati. Aku masih bertanya-tanya dalam hati apa alasanku untuk
menolak atau mengiyakan, namun tahu-tahu kepalaku mengangguk tanpa berpikir
panjang. Kupikir hubungan kami dan permintaannya itu tak serius. Siapa yang
akan percaya ia serius? Sebuah ide gila untuk menikah ketika ia masih
pengangguran, dua tahun setelah kami melepas seragam putih abu-abu. Semasa
sekolah pun ia tak begitu becus, terkenal tak bisa diandalkan dalam bidang
akademik. Ketika aku meragukannya, ia dengan yakin berkata cukup mempercayakan
masa depan pada waktu.
Setelah
menikah, ia mengutarakan ide gilanya yang lain. “Ayo pindah ke desa. Aku akan
bertani. Tak ada gunanya bertahan di kota yang pengap ini.”





