Your time is valuable
Your talents are many
and your future is bright
Beberapa waktu lalu saya membaca secara acak apa-apa saja yang pernah saya tulis di sini. Dan, salah satu yang tak luput dari mata adalah salah satu tulisan yang saya posting pertama kali di blog ini. Saya tertawa sekaligus tergugu ketika membaca apa yang ada dalam pikiran saya waktu itu, menumpahkan isi hati bahwa saya ingin menulis dan menjadi penulis terkenal suatu hari nanti. Saya tertawa karena menyadari kepolosan sendiri seolah keinginan itu sudah di depan mata dan tinggal memetiknya saja, padahal semua tidak semudah itu. Tapi, saya juga tergugu karena benar-benar telah mengabadikan cita-cita itu.
Lalu, apakah saya sudah berhasil? Belum! Sudah berapa kali saya gagal? Sering! Tak lagi terhitung berapa kali. Saya (merasa) sudah cukup berpengalaman menelan pil pahit kegagalan.
Naskah-naskah novel yang saya kirim ke penerbit ditolak dan dikembalikan. Bahkan ada satu naskah yang hingga kini tak ada kabarnya. Entah ditolak entah bagaimana. Pihak penerbit pun tak memberi konfirmasi apa-apa, tak peduli sudah berapa kali saya mengirim email permohonan konfirmasi.
Puluhan cerpen saya pernah ditolak. Puluhan lagi sedang mengantri, menunggu nasib apakah dimuat atau tidak.





