Oleh
Dian Nangin
Barangkali suatu saat
kau akan menjalani masa-masa seperti ini ketika kau telah mencapai angka
usiaku; duduk di teras sepanjang hari, istirahat dan bersantai—satu-satunya kegiatanku
sekarang—sambil menikmati pemandangan daun-daun kering yang berjatuhan dibawa
angin, namun juga sekaligus meruapkan aroma kandang kerbau peliharaan tetangga.
Rasa iri menyelimuti
hati ketika melihat orang-orang yang masih lincah dapat bergerak dengan gegas
ke tempat yang ingin dituju. Sementara kau hanya bertemankan ayam-ayam yang
seenaknya berkeliaran, bahkan menyemprotkan kotoran mereka di dekatmu dan kau
sudah tak punya tenaga untuk menghalau mereka. Itulah yang terjadi padaku,
pemandangan yang lazim kau temui di kampung-kampung.
Tanganku kadang masih
gatal ingin meraih sapu lidi untuk membersihkan daun-daun yang mengotori
pekarangan rumah. Namun bila aku memaksa diri melakukannya, perawat atau
tetangga yang kebetulan melihat akan segera menghampiri dan merebut sapu itu
dari tanganku. Mereka lalu berujar bahwa aku tak boleh terlalu lelah, bahwa
kesehatanku adalah hal yang harus diutamakan. Namun, duduk sepanjang hari tanpa
aktivitas malah membuatku semakin menderita.
Ah! Tubuh ini kini tak
lagi segesit dulu ketika aku masih bisa menyapu halaman sembari menggendong
bayiku di punggung. Kini aku hanya bisa teronggok





