 |
| ilustrasi oleh Banjarmasin Post |
DUNIA
DI LUAR RAHIM
Oleh
Dian Nangin
“Tentang apa sebenarnya
hidup ini?”
Pertanyaanku membuatnya
tertawa. “Hei, kau—kita—masih muda. Kenapa pertanyaanmu begitu serius?”
“Aku sudah memikirkannya
begitu lama. Tapi tak pernah kutemukan jawaban yang utuh,” aku mendongakkan
kepala. Andai langit punya pikiran, apa pendapatnya tentang kehidupan di bumi
yang saban waktu dilihatnya dari atas sana?
“Sudahlah. Tidak usah
memikirkan hal-hal yang berat. Di usia ini kita hanya perlu menikmati hidup dan
bersenang-senang,” ujarnya ringan.
Aku menggeleng, semua
ini tidak sesederhana itu. Banyak hal yang menerobos masuk ke dalam ruang
pikirku, tak dapat kuabaikan begitu saja.
“Kemana kita akan pergi?”
ia bertanya, bosan. Sudah dua jam kami duduk di halte ini tanpa naik ke salah
satu bus yang sejak tadi datang dan pergi.
“Kemana saja,” aku
menjawab asal. Sejak melangkah keluar rumah tadi, aku memang tak punya rencana
untuk dilakukan dan tak punya tempat untuk dituju.