![]() |
| ilustrasi oleh Harian Analisa |
SEPENINGGAL
RANI
Oleh
Dian Nangin
Sore ini mendung,
seakan menggambarkan situasi hati empat anak muda yang masuk beriringan ke sebuah
kafe di mall terbesar di pusat kota. Tiga
laki-laki, satu
perempuan. Waitress yang selalu menyambut mereka pun
merasa heran. Biasanya mereka masuk dengan berisik atau tertawa-tawa,
mengundang banyak mata untuk menoleh. Namun,
kali ini beda.
“Kapan berangkat, Ran?”
Forman bertanya begitu mereka duduk.
Pertanyaan yang sama
untuk kesekian kali sejak dua bulan lalu Rani mengutarakan keputusan ayahnya.
Sang ayah yang baru naik jabatan di kantor dipercayakan untuk berangkat ke
Hongkong. Mengurus cabang perusahaan di sana. Mereka sekeluarga ikut diboyong
dan akan menetap cukup
lama.
Rani merasa sedih
sekaligus antusias dengan rencana itu. Sedih karena harus meninggalkan sekolah,
teman-teman,
dan kehidupannya yang menyenangkan di Jakarta. Terlebih harus berpisah dengan
tiga sahabat laki-lakinya itu. Namun, ia
juga antusias karena akan mendapat pengalaman baru di luar negeri.



