| Dok. Pribadi |
PEKERJAAN
SAMPINGAN BAGI PECERPEN
Oleh
Dian Nangin
Aku hampir tertidur
kalau saja ceret di atas kompor tidak bersiul nyaring dan memulihkan kembali
kesadaranku. Dengan malas aku bangkit dari kursi bambu dan menyeret kaki menuju
dapur. Kuseduh kopi untukku sendiri. Bersama cangkir yang mengepulkan uap, aku
berjalan menuju pintu depan dan melayangkan pandang. Tak tampak seorangpun
sejauh jangkauan mata.
Hampir dua minggu kedai
kopi tempatku bekerja sepi pengunjung. Padahal dulu, aku berpikir bahwa salah
satu pekerjaan sampingan paling sempurna untuk seorang penulis cerpen adalah dengan
menjadi pegawai kedai kopi. Atau, mungkin kebalikannya. Pekerjaan sampingan
seorang pegawai kedai kopi sebaiknya adalah penulis cerpen. Kedua pekerjaan itu
saling melengkapi satu sama lain.
Mungkin
tidak ada teori yang mendukung kalimat di atas, murni pengamatan dan
pengalamanku belaka. Namun,





