![]() |
| Ilustrasi Harian Waspada |
SENYUM
SEHANGAT SENJA
Oleh
Dian Nangin
~untuk
bapak, untuk mamak
Sengaja aku
menunggu di persimpangan jalan. Aku ingat pada jam seperti ini, mereka akan
muncul di belokan itu, tak jauh dari tempatku menunggu. Aku suka pemandangan yang
sederhana ini; sepasang manusia berusia senja melangkah bersisian sambil
bergandengan tangan. Si lelaki akan memegang cangkul di tangannya yang lain,
dan perempuannya akan menenteng sebuah keranjang anyaman berisi rantang dan
botol air yang sudah kosong. Langkah mereka pelan. Sepanjang hari mereka
mengisi waktu dengan bekerja di ladang, mengandalkan sisa-sisa tenaga yang tak
seberapa. Sesungguhnya uang pensiun masih cukup untuk berdua, namun berdiam dan hanya tinggal di rumah akan
membuat mereka bosan dan sakit kepala.
Hari
ini aku pulang. Anak-anak di perantauan selalu ingin pulang. Dan, ayah ibu
adalah tempat untuk pulang. Kadang tanpa alasan khusus, bukan pula karena ada
momen istimewa. Hanya karena ada ketukan ambigu dari dalam hati yang kemudian
kutemukan namanya; rindu.






