Sabtu, 21 April 2018

KE(SOK)SIBUKAN YANG LAIN

If you can't figure out your purpose, figure out your passion. For your passion will lead you right into your purpose 💪

dok. pribadi
Selain kesibukan saya membaca, menulis, sesekali ngeblog, (tak tahu apakah ini bisa disebut kesibukan atau tidak ✌) saya juga suka melakukan banyak hal lain. Dua hal  yang sering saya lakukan selain aktivitas di atas adalah baking dan motret. Kalau sudah mengaduk dan mengulen-ngulen adonan, bisa sampai lupa waktu. Kalau kamera sudah di tangan, fokus saya sudah tidak bisa lagi dialihkan ke lain hal. Oh, saya tegaskan, saya bukan fotografer, lho ya! Cuma suka mengutak-atik properti, mengeluarkan ide-ide dalam kepala, lalu dijeprat-jepret. Saya tidak tahu julukan apa tepatnya yang harus diberikan untuk aktivitas ini 👱

dok. pribadi

Senin, 16 April 2018

SQUAD BOOKISH MEDAN

bookish: penggemar baca, kutu buku, kebuku-bukuan (google)

Setelah sekian lama bergelut sendiri dengan hobi baca dan mengoleksi buku (rumah dan lingkungan saya nggak begitu tertarik dengan hobi saya ini), akhirnya saya bertemu teman satu 'spesies' 😀 Pertemuan ini terjadi setelah saya membuat akun instagram dan memposting buku-buku di sana. Setelah beberapa waktu berasyik masyuk dengan sosmed yang satu itu, saya menemukan banyak hal menyenangkan yang membuat kecintaan terhadap buku-buku dan kegemaran membaca semakin akut. Walau hanya lewat dunia maya, saya bisa bertemu dengan ribuan sesama kutubuku, melihat foto-foto kreatif, membaca ulasan beragam buku, dan sebagainya. Saat itulah saya begitu kegirangan karena telah bertemu teman satu 'spesies'. Lewat akun yang bagi penggemar buku diberi nama bookstagram ini, saya bisa berhubungan, berkenalan, menjalin komunikasi, dan berbagi pengalaman dengan sesama bookish.

Dan, senangnya lagi, akun itu menghubungkan saya dengan sesama bookstagram di satu wilayah. Satu demi satu teman bertambah. Awalnya hanya say hello via kolom komentar atau direct message. Bertukar WA. Berbincang-bincang. Dan, akhirnya meet up

Nah, foto-foto berikut adalah dokumentasi pertemuan dengan sesama bookstagram di wilayah Medan sekitarnya. Dan kami menamai diri BOOKISH MEDAN ✋ 

Nemo 💃 Merdeka Walk Medan
Kak Dita, saya, Nola, Nemo

Senin, 12 Maret 2018

MANFAAT MEMBACA (FIKSI)

I'm a proud reader!

Semua orang pasti sudah pernah mendengar kalimat ini: Buku adalah jendela dunia. Tapi, tetap saja, kita nggak akan bisa melihat keluar kalau jendela itu tidak dibuka, tidak dipelajari dan hanya diacuhkan.
dok.pribadi
Well, nggak usahlah kita membicarakan mafaat membaca dengan menelaahnya secara ilmiah. Berat! (kata Dilan 😃) Cukup yang ringan-ringan saja, seperti manfaat yang kita sadari kehadirannya dalam kehidupan sehari-hari.

Saya sendiri (seingat saya) sudah gemar membaca sejak saya mengenal huruf. Apa saja saya baca, segala aksara yang tertera di berbagai media dan tidak hanya buku. Terlebih orang tua saya bukan tipe orang yang menyediakan budget khusus untuk membeli

Selasa, 06 Maret 2018

MEMBUNUH SEORANG PENGARANG [Cerpen Joglosemarnews.com, 05 Maret 2018]

Ilustrasi oleh joglosemarnews.com

MEMBUNUH SEORANG PENGARANG
Oleh Dian Nangin 
Kau tahu, sebagai pengarang, perempuan itu hobi berkeliaran—ia lebih suka menggunakan kata itu ketimbang kata berjalan-jalan. Ia sering mangkir dari pekerjaan, hingga akhirnya dipecat setelah berkali-kali menerima teguran. Alih-alih sedih dan menyesal, ia malah senang. Serupa anak sekolahan yang berbahagia karena diusir keluar kelas oleh salah satu guru killer yang dibenci karena telah membuat keributan kecil. Ia jadi bebas melakukan apapun yang diinginkan.
Maka setelah lepas dari serangkaian riasan wajah yang rumit, sepatu tumit, serta rutinitas kantoran yang ia anggap tak lebih dari jeratan yang menyiksa, ia bisa berada di mana saja. Mungkin suatu kali kau tak sengaja bertemu dengannya di sebuah klub malam, berpakaian nyentrik, menenggak salah satu merek minuman beralkohol dan berjingkrak-jingkrak menikmati dentuman musik seperti orang lupa diri. Esoknya ia telah nongkrong di kampung kumuh tepi sungai, bergaul dengan anak-anak gembel.

Kamis, 08 Februari 2018

BUKIT INDAH SIMARJARUNJUNG - KEBUN TEH SIDAMANIK - AIR BAH SIDAMANIK - TONGGING

Sewaktu memindahkan foto-foto ini dari kamera ke dalam laptop, saya tergelitik untuk memberinya judul WISATA 4 NEGARA, seperti paket-paket wisata yang sering dipromosikan agen-agen travel itu. Tapi melihat judul di atas, sudah pasti bisa ditebak kalau perjalanan ini benar-benar bukan lintas negara. Cuma jalan-jalan ke empat tempat wisata di kawasan Sumatera Utara dalam sehari; mumpung yang kuliah masih libur dan keponakan dari Batam sedang pulang kampung. Berbekal rencana yang bisa dibilang dadakan dan tanpa persiapan, jadilah! Biasanya kalau direncanakan matang-matang malah bisa batal dan nggak jadi berangkat....

Well, perjalanan berawal dari Medan, Minggu pagi pukul 05.30. Setelah dua jam perjalanan tiba di rumah kakak sepupu yang anaknya menjadi penggagas perjalanan ini sekaligus berperan sebagai supir. Setelah carter mobil, jemput peserta wisata yang lain (adik dan juga ponakan), langsung capcus. Tak lupa ditemani suara merdu mbak-mbak pemberi arah GPS yang seringkali salah... ☺☺

Let's go, Captain!
Setelah menempuh dua jam perjalanan, akhirnya kami tiba di Simarjarunjung. Ternyata ada banyak lokasi wisata kecil-kecilan (baca: spot foto) sepanjang jalan menuju puncak. Kelihatan benar banyak pihak yang tak mau ketinggalan meraup rupiah dengan memanfaatkan setiap lokasi strategis dan menjadikannya umpan untuk memancing wisatawan. Ada puluhan tempat selfie dengan beragam bentuk dan model, tau benar manusia sekarang gemar berfoto dan haus eksistensi. Tapi tujuan utama kami adalah Bukit Indah Simarjarunjung, puncak paling tinggi yang juga menjadi pusat wisata tempat itu dan tempat paling keren untuk menikmati pemandangan danau toba.

Here we go...
Mirip poster band...
Kurang kerjaan! Generasi zaman now, tukang kepo!
Sebenarnya tempatnya keren, apalagi setelah lihat ratusan foto di sosmed yang dipamerin orang-orang yang sudah lebih dulu datang ke sini. Tapi tempat ini masih dalam tahap pembangunan. Jalan menuju puncak masih berbatu, masih belum ada tempat nongkrong yang asik, nggak ada tempat makan yang oke. Cuma ada warung-warung tenda, kedai-kedai  mini, pondok-pondok kecil, dan itu tadi, spot selfie yang bertebaran dimana-mana. Kalau mau foto di sana, harus bayar 5000 per-orang. Ada juga fotografer yang hilir mudik jual jasa, 4 foto harganya 10.000.
Kalau ini, band dengan managernya...
Pasang wajah (sok) cool...

Rabu, 06 Desember 2017

TABIAT [Cerpen Harian Waspada, Minggu 03 Desember 2017]

ilustrasi oleh Harian Waspada
TABIAT
Oleh Dian Nangin
            Dulu aku tak paham mengapa ibuku suka cemberut dan berwajah masam bila ayah berlama-lama di kedai kopi. Dan berkali-kali. Aksi cemberut itu kemudian diikuti sikap  marah dalam diam dengan meninggalkan bantal (dan seringkali tanpa selimut) di sofa ruang tamu, lalu ia mengurung diri di kamar dan tidur sendirian.
Tinggallah ayah dengan ‘hadiah’ yang menyambutnya di sofa kala pulang. Ia memilih untuk tidak repot-repot mendinginkan hati ibu yang sedang panas dengan mengakui kesalahannya, malah menganggap itu sebagai konsekuensi yang setimpal atas kesenangan yang ia peroleh di kedai kopi. Perangai itu memicu pertengkaran lebih dalam lagi, sebab, ibu semakin merajuk karena tak dibujuk dan ayah tak juga meminta maaf.
            Sewaktu masih kecil, ayah cukup sering membawaku ke kedai kopi. Bukan aku

Senin, 20 November 2017

HITAM PUTIH [Cerpen Remaja Harian Analisa, Minggu 19 November 2017]

ilustrasi oleh Harian Analisa
HITAM PUTIH
Oleh Dian Nangin
Pintu berderit kencang dan menghantam dinding setelah dibuka dengan sembrono oleh Ayu, pacarku. Terpaksa kuhentikan gerakan tanganku pada tuts piano yang tengah memainkan sebuah lagu yang baru separuh jalan.
Ayu duduk di sebelahku dengan nafas terengah-engah. Titik-titik keringat membuat anak-anak rambut menempel di sisi-sisi wajahnya.
“Kenapa lagi?” Ini bukan kali pertama aku menghadapi Ayu dengan mood yang sedang berantakan.
“Kacau!” katanya sambil menghembus nafas kencang. “Tiga jam sudah rapat dilakukan, tapi sampai sekarang konsep perayaan hari guru belum diputuskan.”